Cahaya diatas Cahaya

Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara.

Semua Bertasbih

Tidaklah kamu mengetahui bahwasanya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan juga burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui cara ibadah dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Dia mengetahui keadaan kamu

Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia sangat mengetahui keadaan kamu. Dan mengetahui pula isi hati kamu.

Kesenangan sesaat

Dan kesenangan-kesenangan yang mereka meni'matinya,demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.

Yakinlah

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.

Anugerah dan Rahmat-Nya

Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan

Mereka tidak memberi manfaat

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya jika Allah Yang Maha Pemurah menghendaki keburukan terhadapku, padahal mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku?

Langit bertasbih

Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi, dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Karunia Alloh

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Laut terbelah

Dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan.

Dia mengerakkan awan

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya.

Dia menurunkan gumpalan es

Dan Allah menurunkan butiran-butiran es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.

Tanda orang berakal

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Friday, April 1, 2011

DALIL KEUTAMAAN SURAH AL-WAQIAH


Surat Al-Waqi’ah adalah surah ke 56 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah yang diturunkan sesudah surah To Ha ini dinamai dengan Al-Waqi’ah (hari kiamat), diambil dari perkataan Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

As Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan ? “Abdullah berkata,”Dosa-dosaku”, Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan ? “Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku”, Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu ?

RIADHOH SURAH AL-WAQIAH

Riadhoh surah al-Waqiah ini aku dapat dari salah seorang temanku yang sekarang sudah kembali kepangkuan-Nya,smoga Alloh menerima segala amal baiknya,amiin.
Dan mudah-mudahan pula apa yang ia berikan kepada saya ataupun kepada orang lain yang wasilahnya lewat saya, menjadikan amal jariah baginya dialam kubur sana,amiin Ya Robbal 'alamiin.

Riadhoh ini dikerjakan selama 40 hari dengan tata cara sbb :
1.Puasa sunnah  selama 40 hari niatnya adalah : Nawaitu sauma ghodin mir riyadhotis surotul waqiah sunnatal lillahi ta'ala
2.Selama puasa surah al-Waqiah dibaca sbb:
3.Ba'da subuh dibaca 3 kali
4.Ba'da Ashar 14 kali
5.Ba'da Maghrib 3 kali
6.Ba'da sholat Tahajud 41 kali

Sebelum membaca surah waqiah tawasul dulu kepada :
1.Nabi Muhammad SAW
2.Kepada malaikat 4
3.Kepada sahabat 4
4.Kepada Syekh Abdul Kodir al-Jaelani qds
5.Kepada Syekh Ali al-Buni
6.Kepada Syekh Ahmad Rosyid al-Harsyi
7.Kepada Sohib surah al-Waqiah

Setiap selesai membaca surah al-Waqiah lalu berdoa.Ada doa khusus surah al-Waqiah yang Insya Alloh lain waktu Aku Posting di blog ini.

Selamat menjalankan Riadhoh...

Monday, March 21, 2011

Syukur dan Sukses

Dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu.Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Semakin positif diri kita, semakin banyak hal-hal positif yang akan terproyeksikan keluar, dan semakin banyak orang bermental positif (sukses) yang akan tertarik untuk berkomunikasi.ini juga yang menjawab mengapa “orang sukses kok temannya kebanyakan orang sukses pula.” Begitu banyak alasan bagi saya untuk memberikan label negatif kepada diri saya bahwa saya adalah orang yang lemah, tidak berdaya, dan tidak pantas sukses.

Namun, sebaliknya, saya malah sangat sadar akan kelebihan diri saya.Saya dengan berani membalikkan kesusahan menjadi kemenangan.Keraguan menjadi keyakinan.Ketakutan menjadi optimisme. Kebenaran prinsip bahwa apa yang kita pikirkan menjadi siapa diri kita, tidak bisa dipungkiri lagi karena semua orang sukses mempunyai sikap penuh syukur, penuh berterima kasih, dan tidak senang mencela siapapun dan apapun.
Sukses
“Sukses” sudah sedemikian sering disalah artikan, sehingga ternyata sering kali bukan “sukses” yang , namun mobil bermerek maupun rumah yang megah, alias “akibat/konsekuensi dari sukses.” Mobil dan rumah bukanlah sukses itu sendiri, namun itu semua adalah materi, tidak lain dan tidak bukan. Materi mungkin adalah simbol sukses, namun bukan itu yang hendaknya anda cari dalam hidup.

Sukses dalam arti sebenarnya bukanlah bersifat materialistis, namun bersifat spiritual filantropis.Ia bersifat internal, bukan sesuatu yang kasat mata dan bisa dinilai dengan uang maupun dengan koneksi orang-orang terkenal di dalam masyarakat.Memang benar bahwa sukses akan membawa Anda selangkah lebih dekat dengan orang-orang penting di dalam masyarakat dunia, namun itu bukanlah sukses itu sendiri.

Sukses selalu berdiri sendiri.Ia bersifat internal.Sukses dapat kita jumpai saat ini juga di dalam diri kita, di dalam hati kita, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya.Ia bisa dibarengi dengan materi dan kedudukan, namun bukan sebailknya.Tidak semua orang yang memiliki materi berkelimpahan dan kedudukan tinggi di masyarakat adalah orang sukses.Bukan itu, karena sukses bersifat Spiritual Filantropis.Saya ulangi sekali lagi.Yang kita lihat dari luar bukanlah sukses itu sendiri, namun akibat/konsekuensi dari sukses.

Alloh Hadir Tuk Meringankan Beban Manusia

Kawan saya, N, mengadu dengan tawanya. Maaf, bukan dengan keluhan, tapi dengan tawa. Tapi tawa satir. Dia ingin menjadi pendakwah. Ia ingin ada di jalan syiar. Tapi kebutuhan hidupnya membawanya menjadi karyawan. Sungguh pun saya beritahu beliau bahwa siapapun bisa menjadi pendakwah tanpa hrs menjadi ustadz. Cukup dengan sering mengajak orang berbuat baik, maka sudah cukup menjadi ustadz. 

Misalkan, ceritakan satu dua kisah sedekah, kisah mahabbah sama orang tua, kisah qiyaamullail, dll. Manakala orang mendengarkan, maka itu sudah hidup di jalan dakwah. Contohkan dengan menjadi muslim yang baik, shalat tepat waktu, dan ajak kwn2 yang laen, yang sekantor, maka kemudian insya Allah cara ini pun udah menjadikan dirinya menjadi pendakwah. Tapi ya begitulah. Katanya ga bebas dengan sebab menjadi karyawan. Suatu saat N ini ketemu saya lagi. Dia cerita gajinya kecil sekali. Di bawah 1jt. Dia mengaku saban malam suka pulang malam. 

Sebab ngincer lembur. 1 jam lembur dihargai 6rb. Dia izin sama istrinya untuk pulang malam. Dia cerita, itu pun tidak bisa memenuhi tambahan susu anaknya dengan normal. Saya tanya, bgm ukuran normal? Katanya kalo normal hrsnya 400-500rb sebulan. Sedangkan dari lembur dia dpt hanya 200rb/bl. Saya kasihan bener sama N ini. Dia ini kwn saya meniti jalan dakwah di Jatim. Dari saya nol. Dari memulai dakwah. Kini di hadapan saya, ia sama dengan karyawan yang laen. Maaf kpd para karyawan. 

Maksud saya, jalan pikirannya sdh sama saja dengan karyawan yang laen. Saya tidak menemukan N yang dengan gagah menyeru shalat malam. N dulu pernah menyeru, bahwa rugi kita bertarung dengan dunia, dan bertaruh habis2an untuk dunia. Ia tidak bisa memberi apa2 untuk kita. Sekalinya dapat, maka dunia sungguh tetap tidak akan menyisakan banyak buat pecintanya. Tetap saja tidur seukuran kasur, makan seukuran perut, dan minum seukuran dahaga. Banyak kekayaan diberikan dunia hanya seukuran kertas. Sore ini, N menangis. Ketika saya bilang, N, bukankah ilmu kita mengajarkan, biasa saja dengan dunia? Kenapa pilih lembur dengan caranya lembur dunia? Mengapa tidak pilih pulang saja sore2, supaya bisa ngumpul dengan anak istri? supaya bisa menimang anak memeluk istri? supaya bisa jalan2 makan nasi goreng walo sepiring dimakan bertiga? Pulang sore saja. Jangan pilih lembur yang malah membuat kita jauh dari anak istri. Kita pulang, lelah sudah. Anak pun sdh tidur. Pagi2, anak udah berangkat sekolah, istri pun sdh ke pasar. Untuk itukah kita hidup? Untuk merekakah yang di perusahaan tempat kita bekerja, kita hidup? Bukan kan? Harusnya untuk kita, untuk anak2, untuk istri, untuk orang tua, untuk keluarga, untuk senang2 di dunia, dan untuk ibadah. Ini? Ga bisa. Habis hidup kita untuk kerja. N, begitu kata saya, coba hidup dengan 3rb di malam hari. dengan 3rb itu, N silahkan nyari tukang nasi goreng di pinggir jalan. Beli 1 bungkus. Gabungin dengan nasi putih di rumah. Niscaya itu cukup untuk makan bertiga dengan anak. Daripada lembur cuma nyari 18rb untuk 3 jam, yang 18rb itupun ga bisa menambah apa2? N, di pagi hari, masak saja telur satu. Didadar tipis, supaya lebar. Lalu makan dengan nasi putih. Siapkan garam. supaya enak, makan pas sedang hangat2nya. yang demikian, bukan krn pengen hemat. Tapi supaya N bisa menyisihkan untuk sedekah. Sedekah ini yang bisa ngantarkan N bisa jadi kaya. Bukan dengan cara jor2an, tos2an, kerja sepanjang waktu. Apalagi N kerja dengan fisik bukan dengan otak. N, siang hari, ajarkan diri untuk makan betul2 seadanya. 

Ajarkan orang rumah, untuk mengencangkan ikat pinggang, makan dengan sangat2 biasa. Saya bertaruh, paling 6bl-an N melaksanakan ini. tapi uang dari hasil pengetatan ini, bukan untuk ditabung. Sekali lagi, untuk sedekah. 6bl N sedekah berturut2, maka ini akan mengantarkan perubahan yang signifikan di bulan ke-7. N, ketimbang lembur yang akhirnya di hr minggu pun terenggut untuk istirahat total, sbb sabtunya pun diambil lembur, mendingan lembur buat Allah. N pulang sore saja. Lalu sama2 istri shalat maghrib berjamaah. Teruskan sampe isya. Hbs isya makan malam bersama, dan nontonlah TV yang baik dilihat tayangannya. Paling telat, jam 9 N tidur. supaya apa? supaya N bisa lembur dengan Allah. supaya N bisa tahajjud. 

Bila N bisa melakukan tahajjud ini, maka perubahan akan terasa dlm wkt kurang dari 6bl. Coba, kalo lembur, apa yang N dapat? 10 tahun pun tidak akan membawa perubahan apa2. Paling naik gaji hanya 100-200 setiap tahunnya. Wuh, cape. N, kalo pola hidup yang kita ubah, yaitu jadi pola ibadah, N malah akan menemukan N bisa bersedekah. N pasti akan bisa tertawa. N yang gajinya rendahan, malah bisa bersedekah. N, ubahlah hidup bersama Allah. Coba jelajahi program riyadhah di website saya. Begitu saya bilang. Itu kan ilmu sederhana. Ilmu yang cuma ngejaga shalat dhuha 4-6 rakaat. Ilmu yang cuma menjaga shalat wajib tepat waktu. Ilmu yang cuma menjaga shalat qabliyah ba’diyah, baca qur’an, zikir2 sederhana, dan shalat malam. Tapi sesuatu yang saya sebut “cuma” itu, hasilnya sungguh luar biasa dlm membawa perubahan ke kondisi yang N inginkan. Kalo mau lembur, maka berusahalah sekuat tenaga melakukan lembur yang model begini. Bukan lembur habis2an dengan bekerja ga keruan. Shalat jadi kedodoran, sedekah jadi engga ada, zikir jadi kurang, qur’an jadi jauh. Allah menciptakan dunia agar kita tidak menjadi budaknya dunia. Tapi menjadi pemenang di atas dunia yang menggenggam dunia tanpa menjadi budak dunia. 

N, hiduplah bersama Allah. Ubahlah kebiasaan hidup. Fokus pd ibadah. Jadikan kerja, ya kerja. Dan jadikan kerja yang “kerja” itu pun ibadah. Caranya, dengan benar2 mengendalikan pekerjaan agar tidak mengganggu waktu2 ibadah wajib dan hubungan dengan anak istri. Ajaklah serta anak istri menuju perubahan itu. Ajak semuanya mendekatkan diri kpd Allah. Insya Allah dunia akan Allah dekatkan. Saya kemudian mendapati N menangis. Dia lalu bilang bahwa hidupnya kini pun sdh mulai banyak hutang. Saya kemudian bilang, ya, hutang itupun akan dihapuskan Allah. Coba giatkan semua yang saya beritahu. Ayo sama2 kita mendekatkan diri kpd Allah.

Saturday, March 19, 2011

Bagaimana Membedakan Kesaktian VS Kekhusyukkan ?

Banyak orang yang membayangkan bahwa dengan belajar Kawruh Kejawen, maka seseorang akan bisa apa-apa. Bisa kebal bacok, bisa terbang, bisa menyembuhkan orang sakit dan beraneka macam kemampuan lainnya. Dengan kata lain, belajar Kawruh Kejawen itu akan mampu memiliki kesaktian yang luar biasa. Padahal tidak demikian.

Orang belajar Kawruh Kejawen sama sekali tidak dimaksudkan untuk memperoleh kesaktian apapun. Setidaknya dengan belajar Kawruh Kejawen maka seseorang akan mampu memaknai hidup, tahu hakekat dan tujuan hidup. Yang utama adalah mengetahui kemana arah kita setelah kita mati, meski banyak orang mengatakan kita akan kembali kepada GUSTI ALLAH sesuai dengan ayat Innalillahi Wa Innaillaihi Rojiun. Namun untuk kembali kepada GUSTI ALLAH tidak semudah yang dikatakan.

Banyaknya pemahaman yang keliru tentang Kejawen tentang beraneka kesaktian yang bisa diperoleh, ternyata akan membuat seseorang akhirnya merasa kecewa. Apa sebabnya? Sebab Kejawen tidak hanya mengajarkan ilmu seperti itu. Memang ada yang mengajarkan ilmu itu, namun hal itu sebatas di permukaan saja. Justru orang yang sudah belajar Kejawen lebih mendalam tidak akan pernah menonjolkan ilmu-ilmu kesaktian seperti tersebut. 

Tidak ada yang sakti di dunia ini. Bak peribahasa “Di atas langit, masih ada langit”, artinya keliru jika seseorang menyatakan dirinya yang paling sakti di dunia ini. Kesaktian hakiki adalah milik GUSTI ALLAH semata.

Justru ketika seseorang sudah mulai dekat dengan GUSTI ALLAH, maka semua kesaktian yang dimilikinya akan rontok. Semua kebencian yang berhubungan dengan dunia akan berganti dengan kasih sayang. Seperti peribahasa,”jika engkau ingin dikasihi oleh yang di ‘Atas’ makas kasihilah semua yang ada di bumi.” Dan Insya Allah semua doa akan dikabulkan GUSTI ALLAH. Seperti disebutkan dalam nukilan sebuah serat Jawi yang menyatakan,”Jinurung sak Kerso niro.(terkabulkan apa semua keinginanmu)”

Kejawen adalah ilmu rasa. Mengapa dikatakan demikian? Karena apa nikmatnya sebuah ibadah atau ritual apapun tanpa adanya rasa? Sebuah ibadah akan menjadi ibadah rutin jika rasa tidak diikutsertakan. Dengan menggunakan rasa, maka sebuah ibadah ataupun ritual akan menjadi lebih khusyuk. Kini pertanyaan yang muncul adalah, apa hebatnya sebuah ilmu kesaktian dibandingkan kekhusyukan dalam beribadah ?

Pandangan Sayyid Al-Maliki Tentang Abah Anom

KEDUDUKAN SYEKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN QS. (ABAH ANOM) PANDANGAN ULAMA BESAR DARI MEKKAH SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI RA
SYEKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN


Kisah ini diambil dari majalah nuqthoh terbitan yang no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya” .

MENGAKUI KEMULIAAN ABAH ANOM Kurang dari 40 hari menjelang wafatnya Beliau Sayyid Muhammad Al-Maliki ra. Salah seorang santrinya asal garut bernama KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum. Kiyai muda asal Garut tersebut terperanjat saat al-‘alamah tersebut m,enanyakan sosok guru yang telah menanamkan kalimat agung dilubuk hatinya. Lebih terkejut lagi saat Ulama tersebut “tercekat” sewaktu disebutkan nama Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin. Secara sepontan Beliau menyebutkan bahwa Syekh ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman ( Rajanya para wali jaman sekarang ) bahkan beliaupun menyebutkan Qoddasallohu sirrohu bukan rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan. Walaupun secara dhohir Syekh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan pangersa Abah namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.

PROFIL ATAU BIOGRAFI SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI RA 


Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam.Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul “Hadist al-Jumah” profil beliau selanjutnya bisa dibuka di alamat http://cupi-flight29.blog.friendster.com halaman atau judul Sayyid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki

Sekilas profil KH.Dodi Firmansyah Usianya masih muda kelahiran garut tahun 1978. Sejak usia SMP ia dikenal ahli hikmah sedangkan ketertarikan dalam dunia tasawwuf ia ke Pondok Pesanttren Suryalaya sejak dimulai kelas 4 SD . Kiayi ini pernah di didik langsung oleh almarhum Al-Alamah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki ra di mekkah selama 6 tahun. Pulang mesantren dari mekkah pada tahun 2006, kiyai ini menikah dengan Hj.Siti Fatimah putrid seorang pengusaha asal tasik Malaya dan dikaruniai putra yang diberinama M.Lutfi L. Makki Majalah Noqthoh hal. 41: Pendapat KH.Dodi tentang sosok Pangersa Abah Anom : Saya tidak bias mengungkapkannya dengan kata-kata. Cukuplah 2 pendapat Ulama kelas dunia yang mengomentarinya. Pertama ungkapan dari guru saya sendiri di mekkah, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al-Maliki ra. Beliau sendiri yang mengungkapkan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs. Adalah Sulthon Awliya fi Hadza Zaman dan kedua Mursyid Kammil Mukammil Thoriqoh Naqsyabandi Al-Haqqani, As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani, sufi kenamaan dari Cyprus yang menyebutkan Pangersa Abah (Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs) adalah Sufi agung di timur jauh.

Dalam majalah sintoris (Sinar thoriqoh islam) disebutkan As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ra mengatakan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs adalah wali agung ditimur jauh. hal itu pernah disampaikan juga di kampus oleh KH.Wafiuddin setelah mendampingi syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ke P.P.Suryalaya.

Berzanji


Berzanji atau Barzanji ialah suatu doa-doa, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid Nabi Muhammad saw. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, yang disebutkan berturut-turut yaitu silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Di dalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

Sejarah

Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya yaitu Syekh Ja'far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim. Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tersebut sebenarnya berjudul 'Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Penggunaan

Pembacaan Berzanji pada umumnya dilakukan di berbagai kesempatan, sebagai sebuah pengharapan untuk pencapaian sesuatu yang lebih baik. Misalnya pada saat kelahiran bayi, mencukur rambut bayi (akikah), acara khitanan, pernikahan, dan upacara lainnya. Di masjid-masjid perkampungan, biasanya orang-orang duduk bersimpuh melingkar. Lalu seseorang membacakan Berzanji, yang pada bagian tertentu disahuti oleh jemaah lainnya secara bersamaan. Di tengah lingkaran terdapat nasi tumpeng dan makanan kecil lainnya yang dibuat warga setempat secara gotong-royong. Terdapat adat sebagian masyarakat, dimana pembacaan Berzanji juga dilakukan bersamaan dengan dipindah-pindahkannya bayi yang baru dicukur selama satu putaran dalam lingkaran. Sementara baju atau kain orang-orang yang sudah memegang bayi tersebut, kemudian diberi semprotan atau tetesan minyak wangi atau olesan bedak.
Pada saat ini, perayaan maulid dengan Berzanji seperti itu sudah berkurang, dan umumnya lebih terfokus di pesantren-pesantren kalangan Nahdlatul Ulama (Nahdliyin). Buku Berzanji tidaklah sukar didapatkan, bahkan sekarang ini sudah banyak beredar dengan terjemahannya.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas